Senin, 31 Januari 2022

13 Program Unggulan MTs Negeri Malinau

 


Program Unggulan

1.       PROGRAM UNGGULAN AKADEMIK

Program Unggulan Akademik ini teraplikasi dalam beberapa kegiatan, yaitu:

Sebuah.       Penyelenggaraan Kelas Unggulan bagi Kelas X di semua Jurusan.

b.       Pengayaan Olimpiade Sains dan Matematika

c.       Pengayaan Olimpiade Bahasa Inggris

d.       Pengayaan Olimpiade IPS

e.       Pemantapan / Bimbingan Belajar Intensif Ujian Nasional (UN)

 

2.       PROGRAM UNGGULAN NON AKADEMIK

Dalam rangka meningkatkan potensi para siswa di bidang akademik non akademik, maka madrasah menyelenggarakan program unggulan yaitu:

Sebuah.       Program Tahfidzul Quran

b.       Program Baca Kitab Kuning

c. Lingkungan Berbahasa (Percakapan Bahasa Inggris, Bahasa Jepang dan Bahasa Inggris)      

 

3.       PROGRAM BUDAYA MADRASAH (BUDAYA SEKOLAH)

Program initeraplikasi dalam beberapa kegiatan yaitu:

Sebuah.       Baca Al-Quran

b.       Shalat Dhuha Berjamaah

c.       Shalat Dzuhur Berjamaah

d.       Budaya Jabat Tangan Ketika Bertemu Guru

e.       Budaya Salam / Sapa

f.        Budaya Bersih

g.       Budaya Tertib, Disiplin dan Rapi

h.       Penegakan Tata Tertib Sekolah



Pintar dan Cerdas di Madrasah

Silahkan Klik 
Kondisi Madrasah Pasca Banjir


Menjadi orang Pintar dan cerdas adalah sebuah citai-cita setiap orang, namun tidak semua orang bisa mendapatkannya, bahkan ada saja siswa yang lulus di sebuah Institusi Pendidikan malah tidak jadi pintar alias kebalikannya.

Ada siswa yang hadir di Madrasah tepat waktu, mengikuti Pelajaran dengan seksama, taat dan patuh pada gurunya di dalam kelas, apakah ini sudah cukup membuat ia pintar dan cerdas? Tentu tidak. Terkadang ada Siswa mengira bahwa ketika sudah menjalankan apa saja yang diprogram oleh madrasah, seperti mengikuti kegiatan belajar mengajar,  mengerjakan tugas, dan ujian, akan pintar dengan sendirinya. Padahal, jika demikian itu saja yang dijalankan, hingga kapan pun, siswa tersebut tidak akan menjadi pintar dan apalagi cerdas.

Diumpakan sebagai sebuah restoran, maka selalu menyediakan dan meningkatkan kualitas pelayanan bagi pelanggannya. Berbagai menu disiapkan, termasuk meja kursi tempat duduk, dan lain-lain. Dengan cara itu, setiap orang yang datang, dipersilahkan untuk memanfaatkan fasilitas yang tersedia. Mereka dipersilahkan makan sepuasnya agar menjadi kenyang. Tidak ada bedanya dengan Madrasah, juga menyediakan Mushallah, perpustakaan, laboratorium, berbagai program kegiatan , dan berbagai macam kegiatan Ekstrakurikuler . Setiap siswa yang datang, dengan maksud belajar agar menjadi pintar, mereka dipersilahkan memanfaatkan semua fasilitas yang ada itu.

dan program dimaksud seharusnya, dimanfaatkan secara maksimal oleh setiap siswa untuk membekali dirinya hingga menjadi orang cerdas..

Namun umpama para siswa tidak memanfaatkan berbagai fasilitas dimaksud secara maksimal dan bahkan program-program yang dikembangkan oleh Madrasah justru dianggap membebani siswa, maka sama halnya dengan seseorang yang masuk ke rumah makan tetapi tidak mau makan oleh karena sedang tidak berselera makan. Orang yang demikian itu, tentu tidak akan kenyang. Jika sikap seperti itu terjadi pada siswa terhadap madrasahnya, maka mereka akan lulus, tetapi tidak akan memperoleh hasil apa-apa kecuali ijazah.

Kepintaran atau kecerdasan tidak akan datang hanya ditunggu, tetapi harus dikejar atau bahkan diburu semaksimal mungkin.

Semoga Madrasah kedepan memiliki Berbagai fasilitas belajar untuk dimanfaatkan siswa agar kelak menjadi manusia pintar dan Cerdas,  bahkan kalau perlu harus mencari tambahan ke manapun dengan berbagai cara.

Tatkala belajar di Madrasah hanya dilakukan sebatas tuntutan formalnya, maka hasil yang diraih juga hanya hal yang bersifat formal pula, yaitu lulus, ijazah.


Banjir Rendam beberapa Sarana Madrasah


Bencana banjir yang melanda beberapa daerah di Indonesia pada awal tahun ini menyebabkan rusaknya sejumlah madrasah. Salah satunya MTs Negeri Malinau, perbaikan madrasah yang terdampak bencana alam termasuk banjir terganjal pendanaan yang belum mencukupi.

Anggaran untuk pembelian sarana prasarana tidak mencukupi dan harus mencari cara agar kegiatan belajar mengajar dapat terus berlangsung.


Kemandirian Madrasah sejauh ini membuktikan bahwa meski dengan sarana prasarana minimal, kegiatan belajar mengajar dapat berjalan berkat gotong royong masyarakat.


Wilayah yang terdampak banjir berada di enam desa yang tersebar di tiga kecamatan, di antaranya Desa Malinau Kota, Seluwing dan Pelita Kanaan di Kecamatan Malinau Kota, Desa Sempayang dan Sesua di Kecamatan Malinau Barat, serta Desa Pulau Sapi di Kecamatan Mentarang, Permukiman penduduk di sepanjang aliran Sungai Mentarang, Sungai Sesayap, Sungai Malinau terendam banjir seharian. 


Beberapa sarana Madrasah Khususnya MTs Negeri Malinau  seperti Meja Guru, Meja Tata Usaha dan Kepala Madrasah rusak disebabkan terbuat dari kayu Olimpic. Begitu pula beberapa buku perpustakaan,  Server Lab Komputer, LCD serta sarana Lainnya ikut tergenang air.




 

 

Featured post

Kementerian Agama Raih Predikat Tertinggi IKADA dengan Nilai 98,86

Kementerian Agama kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih predikat tertinggi dalam Indeks Kualitas Data Aparatur Sipil Negara...