Malinau (Humas
MTs Negeri Malinau) Senin, 30/10/2023, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Malinau
selaku pembina Upacara di lapangan Madrasah Tsanawiyah Negeri Malinau, selaku
pembina upacara memberikan arahan kepada seluruh ASN maupun PPNPN serta seluruh
siswa dan siswi MTs Negeri Malinau.
Ada beberap
point yang disampaikan beliau dalam sambutannya, mengawali dengan Terutama pada
dengan melaksakan apel pagi berarti keita telah melaksakan salah satu tanggung
jawab kita di Madrasah.
“Hari senin ini
kita awali dengan melaksanakan apel pagi, upacara pagi ini, adalah salah satu dari
kegiatan kita atau tanggung jawab kita, kepada anak didik kita dan secara lebih luas
kepada masyarakat secara keseluruhan” tuturnya.
Beliau juga
menyinggung tentang sebagai tenaga pendidik dan tenaga kependidikan berlaku
hukum atau regulasi atau peraturan-peraturan terkait yang sama.
“sebagai tenaga
pendidik dan tenaga pendidik, berlaku hukum atau regulasi atau
peraturan-peraturan terkait dengan asn peraturan yang sama, kita upayakan untuk
bisa melaksanakan semua aturan itu bukan hanya bisa kepada diri kita, tapi
peraturan itu diberikan kepada kita, secara keseluruhan, di indonesia, lebih khusus di kementerian
agama, itu berlaku peraturan yang sama.” Tuturnya.
“kita tidak
boleh menganggap atau memandang dengan berbeda setiap orang yang ada di
madrasah ini, adalah punya tanggung
jawab yang sama, yaitu kepada negara kita, negara kesatuan republik indonesia, agama kita,”
Jelasnya.
Beliau Juga H.
Sapriansyah Ali S.Ag,. M.Pd menyempaikan juga tentang pentingnya mengamalkan janji
siswa.
“kepada siswa,
bapak melihat kalian semua bisa melaksanakan salah satu kewajibannya, kita sebagai siswa dan setuju dengan 5 poin yang
kita ucapkan di dalam janji yang sudah
kita bacakan tadi itu, kita dengarkan
masing-masing, kalian pegang dan kalian perhatikan dan amalkan di dalam
kehidupan sehari-hari,” Tuturnya.
Beliau Juga menyampaikan
nasehat kepada siswa tentang berbakti kepada orang tua “Salah satu point dari janji siswa tersebut
adalah berbakti kepada orang tua, kepada
guru, orang tua yang lain,
Selanjutnya beliau juga menasehati para pendidik, “begitu pula kita seyokyanya guru atau pendidik jangan menganggap bahwa mereka ini adalah orang lain, kita tidak boleh menganggap, bahwa mereka adalah orang lain sehingga terjadi jarak, ketika kita menganggap mereka adalah orang lain atau anak orang lain maka kita tidak maksimal di dalam mendidik mereka, kita tidak hanya sekedar menyelesaikan misalnya 40 menit dalam satu jam pelajaran atau katakanlah dua jam pelajaran, sesudah itu selesai, kita tidak memperhatikan sisi lain dari anak itu, atau tidak memperhatikan dari sisi kejiwaan mereka,kita tidak memandang utuh anak kita”. Ungkapnya.
Beliau juga menyampaikan kepada Wakil Kepala Madrasah tentang bimbingan rohani kepada siswa , “kita juga perlu memberikan bimbingan kerohanian karena mereka perlu bimbingan rohani, saya kira mungkin sudah disetting wakil kepala Madrasah bagian kesiswaan untuk membimbing anak-anak kita secara rohani atau pembinaan rohani”. Tuturnya .
Kepala Kemenag
juga menyinggung tentang penggunaan waktu, bahwa “waktu itu bagaikan pedang,
artinya kita ini tidak boleh dikendalikan oleh waktu, tetapi kita yang mengatur
waktu itu, kita yang mengatur keadaan dan situasi kita dan kita tidak boleh
kalah dengan waktu, waktu itu akan menyembelih kita apabila kita tidak gunakan
dengan sebaik-baiknya.” Jelasnya.
Beliau juga
menyinggung tentang pentingnya sebuah integritas, beliau menyampaikan bahwa “
Aturan sudah ditulis, kita tinggal melaksanakannya saja, kita ini diberikan
gaji oleh masyarakat atau rakyat, anak-anak kita ini adalah dibiayai oleh orang
tuanya, tetapi kalau anak itu kita abaikan, banyak jam-jam yang kita tinggalkan
karena ada kepentingan pribadi, maka kita perlu bertanya kepada diri kita,
untuk apa negara membayar gaji kita? Untuk apa kita menyuapkan kepada anak dan
istri kita dari uang yang diberikan kepada kita dengan kinerja yang kurang baik”.
Beliau mengakhiri
sambutannya bahwa, “ Kita tidak sekedar berbicara, kita tidak sekedar
mendengarkan tetapi harus dipraktekan kepada hal nyata didalam tugas-tugas kita
sehari-hari, jangan sampai kita tidak bertanggungjawab kepada anak didik kita
sendiri dan kepada masyarakat”.Ungkapnya.
