Sabtu, 29 November 2025

Kepala Madrasah Pimpin Langsung Pembiasaan Pagi KAMAJI dan Sosialisasi V...


Malinau, Kamis — Suasana pagi di MTs Negeri Malinau berlangsung khidmat dan penuh semangat. Pada hari ini, Kepala Madrasah, Bapak Baharuddin, memandu dan memimpin langsung kegiatan KAMAJI (Kamis Pagi Mengaji) sebagai bagian dari pembiasaan rutin untuk membentuk karakter religius peserta didik.

Kegiatan dimulai dengan membaca surah-surah pilihan secara tartil, dipandu langsung oleh Kepala Madrasah. Para guru dan peserta didik terlihat antusias mengikuti rangkaian pembiasaan pagi tersebut, yang bertujuan menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an serta membangun suasana belajar yang penuh keberkahan. Usai kegiatan mengaji bersama, Bapak Baharuddin melanjutkan agenda dengan sosialisasi visi baru madrasah. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan arah pengembangan madrasah ke depan serta pentingnya kolaborasi seluruh warga madrasah dalam mewujudkan visi tersebut. Sosialisasi ini diharapkan dapat memperkuat komitmen guru dan siswa dalam mendukung transformasi madrasah menuju mutu yang lebih baik. “Visi baru ini bukan hanya sekadar kalimat, tetapi menjadi arah gerak kita bersama. Saya berharap seluruh warga madrasah memahami, menghayati, dan mengamalkannya dalam setiap aktivitas,” ujar Kepala Madrasah dalam sambutannya. Kegiatan KAMAJI dan sosialisasi visi baru tersebut ditutup dengan doa bersama, sebagai harapan agar madrasah semakin maju, berprestasi, dan menjadi teladan dalam pembinaan akhlak mulia.
Dengan penuh harapan, MTs Negeri Malinau berkomitmen terus menghadirkan pembiasaan positif dan penguatan nilai-nilai keagamaan melalui program-program unggulan yang konsisten dan berkelanjutan.

Kepala Madrasah Beri Materi Moderasi Beragama di KKG PAI Kabupaten Malinau

Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri Malinau menjadi narasumber dalam kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Islam Kabupaten Malinau yang berlangsung pada Sabtu, 29 November, di Aula SD 02 Malinau Kota. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan materi bertema Moderasi Beragama dengan penjelasan empat indikator utama yang harus dipahami dan diamalkan oleh para guru PAI di lingkungan sekolah dasar.

Pada indikator komitmen kebangsaan, beliau menegaskan bahwa identitas keagamaan dan kebangsaan tidak boleh dipertentangkan, melainkan harus berjalan selaras. Guru PAI diharapkan dapat menanamkan cinta tanah air, penghormatan terhadap konstitusi, serta kesadaran hidup berbangsa yang harmonis sebagai bagian dari penguatan karakter siswa.

Pada indikator toleransi, Kepala Madrasah menjelaskan bahwa guru harus mampu menumbuhkan sikap saling menghargai di tengah keberagaman agama, budaya, dan suku. Toleransi bukan berarti mencampuradukkan ajaran agama, tetapi memberi ruang kepada orang lain untuk menjalankan keyakinannya tanpa gangguan, sekaligus membimbing siswa agar tidak mudah terprovokasi oleh ujaran kebencian.


Selanjutnya pada indikator anti kekerasan, beliau menekankan pentingnya membangun budaya damai di sekolah. Guru PAI memiliki peran strategis dalam mengajarkan bahwa dakwah harus dilakukan dengan kelembutan, bukan paksaan atau ancaman, serta tidak membenarkan kekerasan atas nama agama dalam bentuk apa pun, baik verbal maupun fisik.

Pada indikator terakhir, penerimaan terhadap budaya lokal, beliau mengajak guru untuk memandang tradisi masyarakat sebagai kekayaan yang dapat memperkaya praktik pendidikan selama tidak bertentangan dengan ajaran pokok agama. Penguatan nilai-nilai kearifan lokal dinilai mampu membangun rasa memiliki, identitas, dan keharmonisan sosial di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Kegiatan KKG PAI ini berlangsung hangat dan interaktif, dengan para guru antusias berdiskusi serta menggali contoh penerapan moderasi beragama dalam pembelajaran. Para peserta menyampaikan apresiasi atas materi yang disampaikan dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan untuk memperkuat kompetensi guru dalam menghadirkan pendidikan agama yang damai, inklusif, dan moderat.


Featured post

Kementerian Agama Raih Predikat Tertinggi IKADA dengan Nilai 98,86

Kementerian Agama kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih predikat tertinggi dalam Indeks Kualitas Data Aparatur Sipil Negara...